Envious

I smiled gently. Alone and ready.

I remembered places that you told me; vivid imagination which I planned to be reality

I never wanted to admit that I was obsessed, But I truly am obsessed – head to toe, left to right, brain and heart, soul and body.

People said I wanted to be with you.

I said I wanted to be like you.

Clear, loud, and free. Burdenless and weightless, as thin as morning mist.

My darling,

I wish I can call you everytime I like.

But I untied the rope for a specific reason, and getting your text every morning ain’t what I planned.

Year by year, drama by drama.

We both struggled with different things in our each life.

But my struggle is worse.

I still cannot be like you.

credit: Feby Dayono

Anak Rantau

Anak rantau pergi jauh membawa mimpi-mimpi masa lalu

Penuh semangat memeluk masa kini yang kata orang cepat berlalu

Melangkah gamang menuju semak-semak dan jalan berbatu

Tak ingin berpikir kapan kembali dan bersatu

 

Anak rantau mencintai tempat-tempat baru

Bersorak-sorai berbangga hati membuat kenangan yang tak semu

Memamerkan pigura digital supaya seru

Pantang bersedih agar tak malu

 

Anak rantau rindu Ibu yang selalu memberi restu

Minggu lalu, Ayah berkunjung dalam mimpi haru

Membuatnya bangun dengan tetesan air mata syahdu

Memeluk guling seperti bayi meringkuk sedu

 

Anak rantau membuka kembali catatan terdahulu

Mempelajari setiap jengkal sampai ke ujung kuku

Bertanya kembali kepada dirinya yang dulu

Sudah seberapa jauh dia melangkah maju

Membuktikan bahwa dirinya tak akan pernah kalah dari semua tantangan perjalanan itu

 

Jakarta, 7 Mei 2016

Isa Town, Bahrain – 2014